Gara-gara berhenti merokok, bisa menyekolahkan
anak hingga ke perguruan tinggi. Bagaimana bisa? Sepertinya mustahil dan
mungkin anda tak akan percaya kalau tak menghitungnya sendiri. Saya
akan coba membawa anda pada ilustrasi berikut.
Anggaplah anda seorang perokok, dan anda bisa
menghabiskan satu bungkus rokok setiap harinya. Oke, yang paling laku
adalah rokok putih yang dulu pernah dibuat oleh Putra Sampoerna. Harga
pasaran rokok tersebut di minimarket dekat rumah anda sekarang adalah
Rp.13.000. Kalau di warung-warung pinggir jalan, anda harus merogoh
kocek lebih dari itu. Kita pukul rata saja, harga sebungkus rokok adalah
Rp11.000
Satu bulan rata-rata 30 hari. Jadi budget untuk
kebutuhan rokok anda adalah Rp.330.000/bulan. Itu kalau hanya suami saja
yang merokok, kalau istri juga seorang perokok maka anda harus
menyisihkan dana dua kali lipatnya menjadi Rp. 660.000/bulan. Dalam satu
tahun tinggal dikalikan 12. Maka akan ketemu Rp. 3.960.000atau Rp.
7.920.000 jika pasangan juga merokok. Dalam satu tahun ada beberapa
bulan yang harinya berjumlah 31 hari, jadi kita bulatkan saja menjadi 4
juta dan 8 juta. Wow fantastis bukan?
Kalau saat ini anda mempunyai anak yang baru
berumur 1 tahun, artinya 17 tahun lagi ia akan masuk ke universitas.
Jadi kalau selama 17 tahun tersebut kita bisa menabung sebanyak 4 juta
atau 8 juta pertahunnya maka akan di dapat nilai sebesar 68 juta atau
136 juta. 17 tahun ke depan mungkin nilai tersebut tak akan ada artinya
buat memasukkan anak ke universitas terkenal.
Lalu bagaimana caranya dengan minimal 4 juta bisa
menyekolahkan anak ke perguruan tinggi? Salah satu jalan adalah dengan
ikut program asuransi pendidikan. Dengan menabung 4 juta rupiah pertahun
selama 10 tahun, di akhir tahu ke 10, investasi anda bisa menjadi
sekitar 60 juta rupiah. Kalau dana ini dibiarkan hingga tahun ke 15,
maka nilai investasi anda akan mencapai sekitar 100 jutaan rupiah.
Tentunya anda menyiapkan dana pendidikan anak
tidak hanya dari uang hasil berhenti merokok saja bukan? Ya karena
biaya pendidikan sudah merupakan kebutuhan pokok yang wajib dikeluarkan
oleh sebuah keluarga, yang harus direncanakan sedini mungkin mengingat
makin mahalnya pendidikan. Ingin merencanakan biaya pendidikan anak
seperti ilustrasi di atas?

No comments:
Post a Comment