Wednesday, February 20, 2013

Tahapan Merencanakan Keuangan (2)

Setelah kita mengetahui tentang pentingnya perencanaan keuangan, selanjutnya adalah mengetahui bagaimana membuat perencanaan keuangan itu sendiri. Berikut tahapan selanjutnya dari merencanakan keuangan pribadi. 

 4. Evaluasi pilihan-pilihan yang kita punya 

Untuk dapat mengevaluasi pilihan-pilihan kita, maka kita harus dapat mengidentifikasi semua konsekuensi dan risiko dari setiap pilihan yang kita buat. Hal ini kita lakukan dengan mengumpulkan semua informasi keuangan yang ada. Kita harus up-to-date dengan kondisi sosial ekonomi saat ini karena hal tersebut dapat mempengaruhi keadaan keuangan kita. Misalnya, jika saat ini terjadi gelombang PHK, apa yang harus kita lakukan sebagai antisipasi ketika keadaan yang tidak diinginkan tersebut menimpa kita.
Ketika kita sudah menetapkan sebuah pilihan, umumnya pilihan yang lain tertutup bagi kita. Misalnya kita memutuskan untuk melanjutkan kuliah S2 di luar negeri, maka tertutuplah kemungkinan bagi kita untuk bekerja penuh waktu dan mendapatkan gaji tetap. Inilah yang kita kenal dengan istilah opportunity cost atau trade-off, yaitu pengorbanan yang kita lakukan karena memilih pilihan lain. Opportunity cost dari kuliah S2 di luar negeri adalah bekerja penuh waktu dan mendapatkan gaji tetap.
Selain itu, setiap pilihan yang kita ambil mengandung risiko. Seperti ada pepatah dalam bahasa Inggris yang mengatakan “Anything worth doing takes a risk“, artinya segala sesuatu yang seharusnya kita lakukan, yang mendatangkan kebaikan bagi kita, mengandung risiko. Dalam mengambil keputusan keuangan sebuah keputusan keuangan kita juga diperhadapkan pada risiko-risiko keuangan seperti risiko suku bunga, risiko likuiditas, dan lain-lain. Diskusi tentang risiko-risiko keuangan kedepannya akan kita bahas secara mendetail.
  1. Praktekkan perencanaan keuangan yang telah kita buat
Untuk mempraktekkan perencanaan keuangan yang telah kita buat, kita perlu untuk membuat daftar aksi atau tindakan yang harus kita ambil untuk mencapai tujuan-tujuan keuangan kita. Misalnya jika tujuan keuangan kita adalah untuk menabung uang, maka aksi yang harus kita lakukan adalah mengurangi pengeluaran. Jika kita ingin meningkatkan pendapatan kita, maka kita dapat mencari pekerjaan paruh waktu atau membuka sebuah usaha.
  1. Analisis kembali dan perbaiki perencanaan keuangan kita
Seiring dengan berjalannya waktu, ketika kita menjalankan atau mempraktekkan perencanaan keuangan kita, maka kita akan mendapati bahwa kebutuhan keuangan kita juga terus berubah. Sehingga secara periodik kita juga perlu mengubah perencanaan keuangan kita. Paling tidak perencanaan keuangan kita perlu di-review satu tahun sekali.

No comments:

Post a Comment